Manusia Terjenius di Dunia

Minggu, 20 Juli 2008 3:26
Pada kategoriLainnya


 

Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenus-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–300?

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika. Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!!

Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun – sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis.

Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika – sesuatu yang selama ini telah melambungkan
namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah
berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Copas dari @kaskus






















Incoming search terms:

Anda dapat langsung kebagian akhir dan memberikan tanggapan. Pinging saat ini tidak diperbolehkan.

10 tanggapan pada tulisan Manusia Terjenius di Dunia

  1. Tanggapan dari ayub :

    Tanggal 27 Juli 2008, Jam 18:19

    tulisan diatas bagus banget..
    boleh gak ya…
    klo aku comot
    hehehehe…..

    ga k jdi dech… ntar ak utuli sendiri aja…

    salam knal ya mas :D

  2. Tanggapan dari meong :

    Tanggal 6 Agustus 2008, Jam 14:49

    katanya sibuk, masih sempat nulis beginian…..

  3. Tanggapan dari Fadlun Rahmandika :

    Tanggal 8 Mei 2009, Jam 17:15

    Seandainya saja bangsa Indonesia banyak yang seperti dia maka negara kita akan maju luar biasa dan dapat menjadi negara yang terpandang di dunia

  4. Tanggapan dari Fajrul azmi s.putra :

    Tanggal 17 Juni 2009, Jam 19:12

    Kenape ye,gue ndak bise kyk die ?
Soalnya, dia genius. IQ ku cuma 1000. Masih jauh khan :-o :-(

  5. Tanggapan dari Dika :

    Tanggal 19 Juli 2009, Jam 00:54

    Hebat very good :-l semoga bngsa kt bnyk sprti itu.

  6. Tanggapan dari yuli fajarwati :

    Tanggal 7 Juli 2010, Jam 20:47

    wow, william james sidis jenius buangets, aku pengen kaya dia,,,,,, super jenius………..

  7. Tanggapan dari adi :

    Tanggal 7 Juli 2010, Jam 20:51

    wow,,, william james sidis.kalau aku jadi dia wah jenius kaya dia pasti senang bangetsssssssssssss jenius sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  8. Tanggapan dari anggi :

    Tanggal 7 Juli 2010, Jam 21:06

    woooooooooooooooow, jenius buangetsssssssssssss

  9. Tanggapan dari RELF :

    Tanggal 18 November 2010, Jam 07:53

    waow, jenius sekali……………………….
    tapi bagiku RYUZAKI tetep lebih jenius walaupun cuma tokoh kartun….hehehe

  10. Tanggapan dari Debby Ispandiari :

    Tanggal 4 Oktober 2011, Jam 19:55

    blm tentu orang genius masa depannya cerah, justru malah kebalikkannya

Balas tanggapan

   Beat diabetes   Diabetes diet